{"id":9103,"date":"2025-11-14T11:51:51","date_gmt":"2025-11-14T03:51:51","guid":{"rendered":"https:\/\/alhaqcentremalaysia.com\/?p=9103"},"modified":"2025-11-14T11:51:52","modified_gmt":"2025-11-14T03:51:52","slug":"masih-ada-rasa-benci-terhadap-kejahatanitu-tanda-keimanan-masih-sihat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/alhaqcentremalaysia.com\/?p=9103","title":{"rendered":"MASIH ADA RASA BENCI TERHADAP KEJAHATAN?ITU TANDA KEIMANAN MASIH SIHAT"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam kehidupan seorang Muslim, iman bukan hanya soal keyakinan di hati, tetapi juga tercermin dalam perasaan, akhlak, dan tindakan sehari-hari. Salah satu tanda keimanan yang masih sihat adalah adanya rasa benci terhadap perbuatan keji dan maksiat. Allah SWT menciptakan manusia dengan fitrah yang bersih, yang secara naluri menolak perbuatan buruk. Rasulullah SAW bersabda:<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Setiap anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.&#8221; (HR Tirmidzi).<\/p>\n\n\n\n<p>Perasaan benci terhadap kejahatan menunjukkan bahawa hati seorang Muslim masih hidup dengan nur iman. Ia mengingatkan kita untuk menjauhi perbuatan yang dilarang Allah SWT dan sentiasa berada di jalan yang benar. Orang yang masih merasa jijik dengan kemungkaran cenderung untuk menjauhi dosa, menasihati orang lain dengan lemah lembut, dan berusaha memperbaiki diri. Ini selari dengan firman Allah SWT:<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.&#8221; (QS Al \u2013 Maidah: 2).<\/p>\n\n\n\n<p>Rasa benci terhadap perbuatan keji bukan sahaja menandakan iman yang masih hidup, tetapi juga menjadi pelindung diri dari terjerumus dalam dosa. Ia adalah \u2018alarm\u2019 hati yang memberi amaran: \u201cJangan ikut kejahatan itu, kerana ia membawa kerosakan.\u201d Bagaimana kitab oleh membina rasa benci terhadap kejahatan?<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Perbanyak ilmu dan tafakur: Semakin memahami ajaran Islam, semakin jelas mana yang benar dan salah.<br>\u2022 Mendekatkan diri kepada Allah: Solat, doa, dan dzikir membantu hati tetap peka terhadap dosa.<br>\u2022 Mengelilingi diri dengan orang soleh: Pergaulan yang baik menambah semangat untuk menjauhi kejahatan.<br>\u2022 Menjaga hati dari kebiasaan maksiat: Sedikit demi sedikit membiasakan diri dengan kebaikan, menjadikan hati lebih sensitif terhadap kemungkaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Masih ada rasa benci terhadap perbuatan yang keji adalah tanda keimanan seorang Muslim masih sihat. Hati yang hidup dengan nur iman tidak rela melihat kemungkaran berleluasa. Marilah kita terus memelihara perasaan ini, menjadikannya motivasi untuk selalu dekat dengan Allah SWT dan menegakkan kebaikan di bumi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber: Kolum Ad \u2013 Din, Harian Metro (30 Oktober 2025)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam kehidupan seorang Muslim, iman bukan hanya soal keyakinan di hati, tetapi juga tercermin dalam perasaan, akhlak, dan tindakan sehari-hari. Salah satu tanda keimanan yang masih sihat adalah adanya rasa benci terhadap perbuatan keji dan maksiat. Allah SWT menciptakan manusia dengan fitrah yang bersih, yang secara naluri menolak perbuatan buruk. Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Setiap anak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9105,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[2066,1975,2067,858],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/alhaqcentremalaysia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9103"}],"collection":[{"href":"https:\/\/alhaqcentremalaysia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/alhaqcentremalaysia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alhaqcentremalaysia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alhaqcentremalaysia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9103"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/alhaqcentremalaysia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9103\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9106,"href":"https:\/\/alhaqcentremalaysia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9103\/revisions\/9106"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alhaqcentremalaysia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9105"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/alhaqcentremalaysia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9103"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/alhaqcentremalaysia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9103"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/alhaqcentremalaysia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9103"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}